Reformasi Ganja Indonesia Dan Dunia: kanker
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 September 2015

National Cancer Institute – Finally Admits THC Causes 45% Remission in Bladder, Breast, and Liver Cancer


National Cancer Institute – Finally Admits THC Causes 45% Remission in Bladder, Breast, and Liver Cancer

The National Cancer Institute recently released its report on medical marijuana. The overview of their conclusion is, THC (the active ingredient in marijuana) caused a 45 percent reduction in bladder cancer, remission in breast and liver cancer and more.

The National Cancer Institute recently released its report on medical marijuana. The overview of their conclusion is, THC (the active ingredient in marijuana) caused a 45 percent reduction in bladder cancer, remission in breast and liver cancer and more.

They have determined that there is no lethal dose of marijuana. And addictive potential is considerably lower than any other medicine available.

Among their findings, they have found that cannabis is not associated with adverse pulmonary function and does not cause lung cancer or any aerodigestive tract cancers. Cannabis does not cause other types of cancer either.

They found cannabis has great anti-tumoral activity. Through their testing they have determined that cannabis is more effective than conventional antiemetics (drugs that ease nausea). And inhaled marijuana was more effective in chemo-induced nausea than any other currently available treatment.

Some of their other findings are: Cannabis appetite increase at 75 percent compared to the most effective medicine that has a 49 percent increase; weight increase at 11 percent compared to the most effective current medicine that has a 3 percent increase.

In opiate resistant cancer pain, marijuana had significant pain intensity relief, substantial analgesic effects, antiemetic effects and appetite simulation.

They also proved THC to be more effective then codeine. Some 10 mg of THC was more effective then 60 mg of codeine. There was no increase of the THC dose needed in long-term pain management.

Inhaled THC was shown to be more effective in neuropathic pain than current medicine. It also showed improved sleep quality and sense of well being and less anxiety.

These are just some of the findings of the National Cancer Institute. (http://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/cam/hp/cannabis-pdf)

The federal government has made it so no state can be prosecuted for implementing a medical marijuana program. That is why the 23 states (and our nation’s capital) with medical marijuana programs are still around.

From our friends @ Medical Marijuana 411

Baca Juga : 33 Jenis Efek Shabu-Shabu Yang Merugikan Tubuh Manusia-Sabu – sabu merupakan salah satu jenis narkotika yang mungkin lebih mudah untuk dinikmati oleh para pecandu narkoba. Sabu – sabu sendiri berbentuk seperti Kristal, yang mana cara mengkonsumsinya adalah dengan membakar Kristal tersebut yang
http://thenationalmarijuananews.com/

Akhirnya Amerika Mengakui Manfaat Ganja Untuk Mengobati Kanker


Akhirnya Amerika Mengakui Manfaat Ganja Untuk Mengobati Kanker

Pemerintah AS telah menambahkan halaman untuk penggunaan ganja dan cannabinoids dalam situs resmi kanker mereka.
Institut Kanker Nasional, bagian dari Departemen Kesahatan Amerika Serikat, sekarang menyarankan bahwa ‘cannabinoids mungkin berguna dalam mengobati efek samping dari kanker dan pengobatan kanker’ dengan cara merokok ganja dan makan produk makanan berbahan ganja, minum teh herbal atau bahkan penyemprotan cannabinoids dibawah lidah.
Situs tersebut juga menyebutkan daftar penggunaan ganja untuk penyakit lainnya, termasuk: aktifitas anti-inflamasi, menghalangi pertumbuhan sel, mencegah pertumbuhan pembuluh darah yang memasok tumor, aktivitas antivirus dan menghilangkan kejang otot yang disebabkan oleh multiple sclerosis
Halaman informasi tersebut juga menjelaskan bagaimana sel-sel kanker di tikus tewas ketika terkena ganja.
Beberapa studi ilmiah telah menyarankan hal ini di masa lalu, dan pada bulan April tahun ini NIDA [National Institute of Drug Abuse] merevisi publikasi mereka dan menyarankan bahwa ganja bisa mengecilkan tumor otak dengan membunuh sel-sel kanker.
Sekarang sudah ada dua obat berbasis ganja yang sudah disetujui oleh FDA untuk pasien kanker yang tersedia di Amerika Serikat [Nabiximols] dan Inggris [Sativex]. Bahkan, Sativex pun sudah bisa digunakan oleh pasien kanker di Inggris, Spanyol, Itali, dan Jerman
Mengetahui Amerika sudah mengakui hal tersebut, semoga Indonesia juga akan mengakui bahwa ganja benar-benar berguna untuk pengobatan kanker.

Baca Juga : Tanaman Ganja Memiliki Senyawa Untuk Mengobati Kanker-Tanaman ganja merupakan barang terlarang di banyak negara. Namun studi yang dikerjakan para peneliti dari University of East Anglia (UEA) menunjukkan tanaman yang bisa menimbulkan efek memabukkan itu berguna dalam dunia medis. Hasil riset menyebutkan senyawa aktif dalam ganja bisa mengurangi pertumbuhan tumor pada pasien kanker.
http://www.legalisasiganja.com/

Rabu, 23 September 2015

Tanaman Ganja Memiliki Senyawa Untuk Mengobati Kanker


Tanaman Ganja Memiliki Senyawa Untuk Mengobati Kanker

Tanaman ganja merupakan barang terlarang di banyak negara. Namun studi yang dikerjakan para peneliti dari University of East Anglia (UEA) menunjukkan tanaman yang bisa menimbulkan efek memabukkan itu berguna dalam dunia medis. Hasil riset menyebutkan senyawa aktif dalam ganja bisa mengurangi pertumbuhan tumor pada pasien kanker.

Riset ini menimbulkan harapan baru dalam pengembangan obat antikanker. Riset yang dikerjakan bersama ilmuwan dari Complutense University of Madrid, Spanyol, menggunakan sampel kanker payudara manusia yang diinduksi pada tikus.

Peneliti memberikan dosis senyawa Tetrahydrocannabinol (THC) yang diambil dari daun ganja. Hasilnya, peneliti mendapatkan ada dua sel reseptor yang bereaksi dengan efek antitumor dari obat tersebut.

Peneliti dari UEA, Dr Peter McCormick, menyebutkan THC yang merupakan komponen aktif dalam mariyuana memiliki properti antikanker. Senyawa ini bekerja melalui sel reseptor khusus yang disebut reseptor cannabinoid.

"Namun belum dipastikan reseptor mana yang berhubungan dengan efek antitumor dari THC," kata McCormick.

McCormick mengatakan peneliti belum memastikan perbedaan efek THC pada pertumbuhan tumor jika diberikan dalam dosis rendah dan tinggi.

"Ada ketertarikan yang tinggi untuk memahami mekanisme molekuler bagaimana mariyuana, terutama THC, bisa mempengaruhi patologi kanker," ungkapnya.

McCormick juga menambahkan, studi obat dari senyawa ganja ini masih dalam tahap awal dan perlu dikembangkan. Dia menekankan para penderita kanker untuk tidak tergoda mengobati penyakit itu secara mandiri. Menurutnya, riset yang dijalankan menggunakan senyawa kimia yang diisolasi dengan konsentrasi tertentu.

"Penderita kanker jangan melakukan pengobatan sendiri dengan ganja dan saya berharap riset ini bisa memicu munculnya obat setara senyawa sintetis yang aman di masa depan," ujar McCormick. (AH)

Baca Juga : Riset Membuktikan, Ganja Bantu Tanggulangi Tumor Otak
http://medialingkungan.com/index.php/component/k2/item/558-riset-tanaman-ganja-memiliki-senyawa-untuk-obat-kanker

Riset Membuktikan, Ganja Bantu Tanggulangi Tumor Otak


Riset Membuktikan, Ganja Bantu Tanggulangi Tumor Otak

Baru-baru ini tanaman ganja telah dibuktikan memiliki banyak manfaat dalam kesehatan. Selain menghancurkan beberapa sel kanker, tanaman yang punya nama latin Cannabis sativa ini ternyata efektif melawan tumor otak.
Sebuah studi terbaru yang dilakukan pada tikus menunjukkan, bila dikombinasikan dengan terapi radiasi, ganja secara efektif dapat mengecilkan salah satu jenis tumor yang paling agresif, yaitu tumor otak.
Dari makalah yang diterbitkan di jurnal Molecular Cancer Therapies, tim peneliti dari St George University of London memaparkan “pengurangan dramatis” yang mereka amati pada glioma massa, bentuk mematikan dari kanker otak ketika diobati dengan mengombinasi radiasi dan dua senyawa ganja yang dikenal sebagai cannabinoid.
Dalam banyak kasus, terbukti bahwa tumor menyusut sampai sepersepuluh ukuran sebelumnya.
“Cannabinoids dapat berperan dalam mengobati salah satu kanker yang paling agresif pada orang dewasa. Hasilnya menjanjikan,” kata Dr. Wai Liu yang merupakan salah satu peneliti tersebut.
Penelitian mengenai manfaat ganja dalam pengobatan kanker memang bukan hal baru. Namun, Liu dan timnya adalah yang pertama meneliti efek kombinasi ganja dengan terapi radiasi. “Hasil akhirnya lebih kuat dalam mengecilkan tumor,” katanya.
Dalam penelitiannya, Liu mengamati tikus yang sebelumnya sudah diinfeksi glioma (tumor otak) lalu diobati dengan dua macam terapi, yakni radiasi saja atau kombinasi antara radiasi dan senyawa ganja.
Senyawa yang dipakai adalah THC, senyawa psikoaktif yang terkait dengan sensasi “high”, dan CBD, yang tidak menghasilkan efek samping psikoaktif.
Mereka menemukan bahwa pengobatan tumor yang terbaik adalah memakai dosis rendah, baik THC dan CBD bila digunakan secara bersama, membuat tumor lebih mudah merespon radiasi.
Penggunaan dua senyawa itu dalam dosis rendah ternyata juga menghasilkan efek yang sama jika memakai salah satu komponen dalam dosis tinggi. Ini penting karena dengan demikian efek samping yang dialami pasien juga lebih sedikit.
THC dan CBD merupakan dua dari puluhan senyawa kimia yang ditemukan dalam tanaman ganja. Tim ilmuwan dari Inggris tahun lalu menemukan bahwa kombinasi dari enam cannabinoids murni yang berbeda dapat membunuh sel-sel kanker leukemia.
Sementara itu, THC saja telah terbukti mengurangi ukuran tumor kanker dan menghentikan penyebaran HIV. CBD juga memiliki efek positif pada anak-anak dan orang dewasa yang menderita gangguan kejang yang berat.
Walau begitu, di banyak negara ganja masih tergolong dalam obat-obatan terlarang. Walau ada beberapa negara yang melegalkan ganja untuk tujuan pengobatan, tapi para ahli berpendapat kurangnya dukungan pemerintah terhadap pemakaian ganja di bidang kesehatan membuat manfaat tanaman ini kurang dipahami secara baik.

Baca Juga : Sejarah Ganja Illegal
Peneliti: Ganja Obat Mujarab Sejak Ribuan Tahun

http://www.reportase5.com/riset-membuktikan-ganja-bantu-tanggulangi-tumor-otak/

5 Dari Ratusan Penyakit Yang Bisa Diobati Dengan Ganja


5 Dari Ratusan Penyakit Yang Bisa Diobati Dengan Ganja

Selama ini ganja dianggap sebagai salah satu bentuk obat-obatan yang terlarang dan hanya memberikan efek buruk saja terhadap tubuh. Namun baru-baru ini nama ganja atau mariyuana tengah naik daun dalam bidang kesehatan.
Peneliti menemukan banyak efek kesehatan yang bisa diberikan ganja untuk membantu mengobati berbagai penyakit.Semakin hari, semakin banyak negara yang melegalkan penggunaan ganja untuk perawatan penyakit tertentu.
Hal ini bukan isapan jempol belaka, karena peneliti telah membuktikan penggunaan ganja dalam perawatan beberapa penyakit.Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa diobati menggunakan ganja.
Banyak peneliti yang sudah menggunakan ganja dalam perawatan beberapa penyakit serius ini, seperti dilansir oleh Daily Health Post (14/04).

1.Penyakit otak

Salah satu penyakit yang menggunakan ganja dalam perawatannya adalah penyakit yang berkaitan dengan otak. Sebuah penelitian menemukan bahwa zat THC yang terdapat dalam ganja bisa melindungi otak dari kematian saraf otak yang agresif. Hal ini ditemukan peneliti setelah melakukan penelitian terhadap tikus.

Hasil ini menunjukkan bahwa ganja juga bisa digunakan dalam perawatan penyakit otak seperti Alzheimer, Parkinson, dan lainnya yang berkaitan dengan kerusakan sel otak dan kerusakan kemampuan kognitif seseorang. Selain itu, cannabinoids yang terdapat dalam THC juga bisa mengurangi risiko menurunnya kemampuan kognitif seseorang ketika mereka semakin menua.

2.Kanker payudara

Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling mematikan pada wanita setelah kanker paru-paru. Sebuah penelitian mengungkap bahwa cannabidiol (CBD) pada ganja diketahui bisa mengurangi penyebaran sel kanker payudara dan mengecilkan kanker tersebut. Hasil ini diterbitkan dalam jurnal Breast Cancer Research and Treatment pada tahun 2001.

Peneliti tidak membuat pasien merokok ganja, namun mereka menggunakan zat yang tak beracun dalam ganja untuk mencegah penyebaran sel kanker payudara. Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek ganja secara keseluruhan terhadap perawatan kanker payudara.

3.Kanker paru-paru

Dengan semakin banyaknya perokok, kanker paru-paru diperkirakan akan menduduki peringkat pertama sebagai pembunuh wanita dan kedua setelah kanker pankreas bagi pria. Namun penelitian yang berkaitan dengan kanker mengungkap bahwa zat THC dalam ganja bisa membantu merawat kanker paru-paru.

Hasil yang diterbitkan dalam jurnal Oncogene pada tahun 208 ini mengungkap bahwa THC bisa mencegah penyebaran kanker paru-paru jenis tertentu. Meski begitu, hasil ini masih ditemukan peneliti setelah melakukan penelitian pada hewan. Masih belum diketahui aplikasi sesungguhnya pada manusia. Namun peneliti berkeyakinan bahwa efek yang sama bisa dibuktikan pada manusia.

4.Kanker prostat

Ganja juga diperkirakan bisa menjadi obat bagi kanker prostat. Sebuah penelitian menunjukkan kemampuan annadamine (ANA) pada ganja yang bisa mencegah pertumbuhan kanker prostat. Selain itu, ANA juga merupakan reseptor cannabinoid.

Hasil penelitian ini membuat peneliti semakin yakin bahwa ganja memiliki zat yang bisa digunakan dalam perawatan kanker. Meski begitu masih dilakukan lebih banyak penelitian terhadap ganja yang bisa digunakan untuk mencegah penyebaran dan mematikan sel kanker prostat.

5.Kanker pankreas

Kanker pankreas disebut sebagai jenis kanker yang paling mematikan pada pria. Kanker jenis ini bisa menyebar dengan sangat cepat dan seringkali tak diketahui keberadaannya. Selain itu, sangat sedikit perawatan efektif yang bisa digunakan pada kanker prostat. Meski begitu, sebuah artikel memberikan harapan baru terhadap perawatan kanker pankreas.

Sebuah penelitian internasional menemukan efek cannabinoid yang terdapat dalam ganja terhadap kanker pankreas. Mereka menemukan bahwa cannabinoid bisa mengurangi besar tumor pankreas. Penelitian ini memang tak menunjukkan secara langsung bahwa ganja bisa digunakan untuk menyembuhkan kanker pankreas, namun peneliti berkeyakinan bahwa dalam ganja terdapat zat yang bisa digunakan untuk perawatan kanker pankreas yang lebih efektif.

Baca Juga : Pohon Ilegal Di Indonesia pohon ganja adalah tanaman ilegal yang dimasukan kegolongan narkotik oleh para ahli pembuat undang2 narkoba dineggara ini